(Nida' Ar-Rahman) Senin pagi tanggal 9 atau 12 Rabi' Al-Awwal tahun gajah yang bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 April 571 M, lahirlah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam kedunia dalam keadaan yatim. Ayahnya Abdullah bin Abdul Mutholib meninggal dunia di Madinah ketika Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam masih dalam kandungan ibundanya, Aminah. Lahir pada Tahun Gajah, tahun dimana pasukan gajah Gubernur Abrahah menyerang Makkah dengan niat menghancurkan Ka'bah agar penduduk Arab beralih perhatiannya ke bagunan gereja yang dia bangun di Yaman.
Adapun mengenai tahun kelahirannya, Allah mengabadikan di dalam surat Al-Fil :
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ ﴿١﴾ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ ﴿٢﴾ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ ﴿٣﴾ تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ ﴿٤﴾ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ ﴿٥﴾
"Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)." (QS. Al-Fil : 1-5)
Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Mutholib (Syaibah Al-Hamd) bin Hasyim (Amru) bin Abdul Manaf (Al-Mughiroh) bin Qushoi (Zaid) bin Kilab (Hakam) bin Murroh bin Ka'ab bin Lu'ai bin Gholib bin Fihr (Quroisy) bin Malik bin An-Nadhor bin Kinanah bin Huzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhor bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan, dari keturunan Nabi Isma'il bin Nabi Ibrohim Kholilulah Alaihimas Salam. Adapun ibunya adalah, Aminah binti Wahb bin Abdul Manaf bin Zuhroh bin Kilab bin Murroh. Ayah dan ibunya Nabi Muhammad bertemu pada kakeknya yang bernama Kilab bin Murroh. Sebuah silsilah keluarga mulia dan terhormat bagi kaum Arab bahkan bagi penduduk bumi.
Mengenai silsilah keluarga mulia ini Nabi Muhammad bersabda :
إن الله اصطفى كنانة من ولد إسماعيل ، واصطفى قريشا من كنانة ، واصطفى من قريش بني هاشم ، واصطفاني من بني هاشم
"Allah memilih Kinanah dari anak keturunan Isma'il. Dan memilih Quroisy dari keturunan Kinanah. Dan Allah memilih dari suku Quroisy, Bani Hasyim, dan memilihku dari bani Hasyim" (HR. Muslim no : 2276)
أَنَا دَعْوَةُ أَبِي إِبْرَاهِيمَ ، وَبُشْرَى عِيسَى
"Aku adalah doa dari ayahku Ibrohim dan kabar gembira dari Isa" (HR Al-Hakim, hadits dhoif akan tetapi mempunyai jalur lain yang shohih diriwayatkan Ahmad, Ibnu Hibban dari sahabat Al-Irbadh bin Sariyah)
Yang dimaksud dengan sabda beliau "doa dari ayahku Ibrohim", dikarenakan Nabi Ibrohim Alaihissalam tatkala selesai membangun Ka'bah bersama Nabi Isma'il Alaihissalam, beliau berdoa :
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنتَ العَزِيزُ الحَكِيمُ
"Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Baqoroh : 129)
Dan sebagaimana diketahui bahwa dari keturunan Nabi Isma'il Alaihissalam tidak ada satupun yang menjadi nabi selain Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Adapun yang dimaksud dengan sabda beliau "kabar gembira dari Isa", adalah firman Allah :
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
"Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, "Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Namun ketika Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata". (QS. Ash-Shof :6)
Adapun mengenai nasab Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri terbagi menjadi 3 :
1. Yang disepakati oleh seluruh Ulama', yaitu nasab beliau dari Abdullah sampai Adnan.
2. Yang terdapat banyak perbedaan mengenai nasab beliau, yaitu dari ayah Adnan sampai Nabi Ibrohim
3. Yang tidak diragukan mengenai kekeliruannya, yaitu dari ayah Nabi Ibrohim sampai Nabi Adam.
Akan tetapi tidak ada perbedaan bahwa Adnan adalah keturunan Nabi Ismail, yang menjadi perbedaan adalah mengenai nama-nama dan tahun hidup.
Allahu A'lam wa Ilmuhu Ahkam wa Attam
Ditulis oleh : Dawud UNA
Madinah Munawwaroh, 25 Mei 2017
Refrensi :
1. Al-Qur'an
2. Al-Urjuzah Al-Mi'iyah, karya Ibnu Abi Al-'Iz Al-Hanafi
3. Nur Al-Uyun fi Talhis Siroh Al-Amin Al-Ma'mun, Karya Ibnu Sayyid An-Nas
4. Ar-Rohiq Al-Makhtum, karya Shofiyyurahman Al-Mubarokfuri
5. As-Siroh An-Nabawiyah Fi Dhou' Al-Mashodir Al-Ashilah, karya Dr. Mahdi Rizqullah
6. As-Siroh An-Nabawiyah Ash-Shohihah, karya Dr. Akrom Dhiya' Al-Umari
7. dorar.net
8. library.islamweb.net
(Nida' Ar-Rahman) Daulah Abbasiyah adalah kekhilafahan Islam ketiga setelah masa Khulafa' Rasyidin, kemudian Daulah Umawiyah. Daulah Abbasiyah lahir setelah runtuhnya Daulah Umawiyah di Damaskus. Nama Abbasiyah sendiri merupakan nisbat kepada Al-Abbas bin Abdul Mutholib radhiyallahu anhu, jadi nama Abbasiyah bermakna "anak keturunan Al-Abbas" paman Nabi. Awal mula ibu kota dari Daulah Abbasiyah adalah Kufah, kemudian berpindah ke Baghdad yang mempunyai nama asli Madinatussalam, kemudian Raqqah, pidah lagi ke Samarra, dan terakhir di Kairo.
Sebagaimana wajarnya setiap kekuasaan, ada waktu keemasan ada pula waktu genting yang membahayakan bagi keutuhan sebuah pemerintahan. Daulah Abbasiyah sendiri mengalamai berbagai fase dalam menjalani roda kepemerintahannya, secara garis besar bisa kita ringkas menjadi 5 fase sebagai berikut :
1. Fase Abbasiyah Pertama
2. Fase Abbasiyah Keemasan
3. Fase Abbasiyah Kedua, mulainya Suku Turki berperan dalam membela negara.
4. Fase Abbasiyah Ketiga, yakni masa Kesultanan Turki Saljuk dan pengaruh buruk Buwaihiyah dalam negara.
5. Fase Abbasiyah Keempat, yakni masa Abbasiyah Mesir dan peran Kesultanan Mamalik dalam menjaga negara.
Dan berikut ini adalah nama-nama kholifah yang memimpin Daulah Abbasiyah :
ABBASIYAH FASE PERTAMA
1. Abu Al-Abbas As-Shafah, Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Al-Abbas, menjadi kholifah sejak 132-136 H
2. Abu Ja’far al-Mansur, Abdullah bin Muhammad bin Ali(136 H – 148 H)
3. Muhammad Al-Mahdi bin Al-Manshur (158 H – 169 H)
4. Musa Al-Hadi bin Al-Mahdi bin Al-Manshur (169 H – 170 H)
ABBASIYAH FASE KEEMASAN
5. Harun al-Rasyid bin Al-Mahdi (170 H – 193 H)
6. Muhammad Al-Amin bin Harun al-Rasyid (194 H – 198 H)
7. Al-Ma’mum bin Harun al-Rasyid(198 H – 218 H) Pada masa ini sang Kholifah merombak bidang kemiliteran dengan memasukkan para budak (Mamluk / cikal-bakal kesultanan Mamalik) kedalam barisan mujahidin.
8. Al-Mu’tashim Billah, Abu Ishaq Muhammad bin Harun al-Rasyid (218 H – 227 H)
9. Al-Watsiq Billah I, Abu Ja'far Harun bin Al-Mu'tashim (227 H – 232 H)
ABBASIYAH FASE KEDUA (PERAN SUKU TURKMANI DALAM MENJAGA DAULAH)
10. Al-Mutawakkil ‘Ala Allah I, Abul Fadl Muhammad bin Al-Mu’tashim (232 H – 247 H)
11. Al-Muntashir Billah, Abu Ja’far Muhammad bin Al-Mutawakkil bin Al-Mu’tashim(247 H – 248 H)
12. Al-Musta’in Billah I, Abu al-Abbas Ahmad bin Al-Mu’tashim (248 H – 252 H)
13. Al-Mu’taz Billah, Abu Abdullah Muhammad bin Al-Mutawakki bin Al-Mu’tashim (252 H – 255 H)
14. Al-Muhtadi Billah, Abu Ishaq Muhammad bin Al-Watsiq bin Al-Mu’tashim (255 H – 256 H)
15. Al-Mu’tamid 'Ala Allah, Abu Al-Abbas Ahmad bin Al-Mutawakkil bin Al-Mu’tashim (256 H – 279 H)
16. Al-Mu’tadhid Billah I, Abu Al-Abbas Ahmad bin Thalhah bin Al-Mutawakkil bin Al-Mu’tashim(279 H – 289 H)
17. Al-Muktafi Billah, Abu Muhammad Ali bin Al-Mu'tadhid (289 H – 295 H)
18. Al-Muqtadir Billah, Abu Al-Fadhal Ja'far bin Al-Mu'tadhid (295 H – 320 H)
19. Al-Qaahir Billah, Abu Manshur Muhammad bin Al-Mu'tadhid (320 H – 322 H)
20. Al-Radhi Billah, Abu Al-Abbas Muhammad bin Al-Muqtadir bin Al-Mu'tadhid (322 H – 329 H)
21. Al-Muttaqi Lillah, Abu Ishaq Ibrohim bin Al-Muqtadir bin Al-Mu'tadhid (329 H – 333 H)
22. Al-Mustakfi Billah I, Abu al-Qasim Abdullah bin Al-Muktafi bin Al-Mu'tadhid (333 H – 334 H)
ABBASIYAH FASE KETIGA (PENGARUH DINASTI BUWAIH SYIAH)
23. Al-Muthi’ Lillah, Abu al-Qasim Al-Fadl bin Al-Muqtadir bin Al-Mu'tadhid (334 H – 363 H)
24. Al-Thai’ Lillah, Abu Bakar Abdul Karim bin Al-Muthi' bin Al-Muqtadir bin Al-Mu'tadhid (363 H – 381 H)
25. Al-Qadir Billah, Abu al-Abbas Ahmad bin Ishaq bin Al-Muqtadir bin Al-Mu'tadhid (381 H – 422 H)
26. Al-Qaim Biamrillah, Abu Ja’far Abdullah bin Al-Qodir (422 H – 467 H) Awal pemerintahan Kesultanan Seljuk dibawah kekuasaan Tughrul Bek.
27. Al-Muqtadi Baimrillah, Abu Al-Qosim Abdullah bin Muhammad bin Al-Qaim (467 H – 487 H)
28. Al-Mustazhhir Billah, Abu al-Abbas Ahmad bin Al-Muqtadi (487 H – 512 H)
29. Al-Mustarsyid Billah, Abu Manshur Al-Fadl bin Al-Mustazhhir (512 H – 529 H)
30. Al-Rasyid Billah, Abu Ja'far Manshur bin Al-Mustarsyid bin Al-Mustazhhir (529 H – 530 H)
31. Al-Muqtafi Liamrillah, Abu Abdullah Muhammad bin Al-Mustazhhir (530 H – 555 H)
32. Al-Mustanjid Billah, Abu Al-Mudzoffar Yusuf bin Al-Muqtafi (555 H – 566 H)
33. Al-Mustadhi’ Biamrillah, Abu Muhammad Al-Hasan bin Al-Mustanjid (566 H – 575 H)
34. Al-Nashir Lidinillah, Abu Al-Abbas Ahmad bin Al-Mustadhi' (575 H – 622 H)
35. Al-Zhohir Biamrillah, Abu Nashr Muhammad bin An-Nashri Li Dinillah (622 H – 623 H)
36. Al-Mustanshir Billah I, Abu Ja’far Manshur bin Ad-Dzohir Bi Amrillah (623 H – 640 H)
37. Al-Mu’tashim Billah, Abu Ahmad Abdullah bin Al-Mustanshir Billah (640 H – 656 H).
Al-Mu'tashim Billah Abu Ahmad adalah Kholifah yang dihianati oleh seorang menteri beraliran Syi'ah bernama Ibnu Al-'Alqomi Ar-Rofidhi, dan pasukan Tartar pun berhasil membunuh sang Kholifah. Dan pada zamannya inilah Baghdad runtuh di tangan Hulaku Khan beserta bala tentaranya.
Dan dua tahun setelah runtuhnya Baghdad, tepatnya pada tahun 658 H terjadilah Perang Ain Jalut. Sebuah peperangan besar antara Tartar yang dipimpin oleh Kitbuga Khan (seorang Kristen Armenia yang bergabung dengan Tartar melawan Islam) dengan kesultanan Mamalik yang dipimpin oleh Saifuddin Quttuz At-Turki beserta komandan Dhohir Baibars, kemenangan pun diraih oleh Kesultanan Mamalik.
Setelah memenangkan pertempuran Ain Jalut dan Syahidnya Sultan Saifuddin Quttuz, roda kesultanan pun dipegang oleh Dzahir Baibars. Pada tahun 659, Kesultanan Mamalik yang tunduk terhadap Kekhilafahan Daulah Abbasiyah pun segera membaiat Al-Mustanshir Billah, setelah dia berhasil melarikan diri ke Kairo. Dan inilah babak baru dari Daulah Abbasiyah, yang dikenal dengan Masa Abbasiyah Mesir. Berikut nama-nama Kholifah yang memimpin :
ABBASIYAH MESIR (PERAN MAMALIK DALAM MENJAGA NEGARA)
38. Al-Mustanshir Billah II, Abu Al-Qosim Ahmad Ad-Dzohir Bi Amrillah (659-660 H)
39. Al-Hakim Biamrillah I, Abu Al-Abbas Ahmad bin Ali Al-Hasan Al-Qubi cicit dari Kholifa Al-Mustarsyid (661-701 H)
40. Al-Mustakfi Billah II, Abu Ar-Robi' Sulaiman bin Al-Hakim I (701-740 H)
41. Al-Watsiq Billah II, Ibrohim bin Muhammad bin Al-Hakim I (740-741 H)
42. Al-Hakim Biamrillah II, Abu Al-Abbas Ahmad bin Al-Mustakfi II (741-753 H)
43. Al-Mu'tadhid Billah II, Abu Al-Fath Abu Bakar bin Al-Mustakfi II (753-763 H)
44. Al-Mutawakkil 'Ala Allah II, Abu Abdillah Muhammad bin Al-Mu'tadhid II (Jabatan Pertama 763-779 H)
45. Al-Musta'shim Billah II, Zakariya bin Ibrohim bin Muhammad bin Al-Hakim I (Jabatan Pertama 779 H / Menjadi Kholifah selama 15 Hari)
46. Al-Mutawakkil 'Ala Allah II, Abu Abdillah Muhammad bin Al-Mu'tadhid II (Jabatan Kedua 779-785 H) dipenjara oleh seorang bernama Barquq.
47. Al-Watsiq Billah III, Umar bin Ibrohim bin Muhammad bin Al-Hakim (785-788 H)
48. Al-Musta'shim Billah II, Zakariya bin Ibrohim bin Muhammad bin Al-Hakim I (Jabatan Kedua 788-791 H)
49. Al-Mutawakkil 'Ala Allah II, Abu Abdillah Muhammad bin Al-Mu'tadhid II (Jabatan Ketiga 792-801 H)
50. An-Nashir, Faraj bin Al-Mutawakkil II ( Jabatan Pertama Syawal - Rabi' Al-Awwal 801 H)
51. Al-Manshur, Abdul Aziz bin Al-Mutawakkil II (Rabi' Al-Awwal - Jumad Al-Akhir 801)
52. An-Nashir, Faraj bin Al-Mutawakkil II (Jabatan Kedua Jumad Al-Akhir 801-808 H)
53. Al-Musta'in Billah II, Abu Al-Fadl Al-Abbas bin Al-Mutawakkil II (808-815 H)
54. Al-Mu'tadhid Billah III, Abu Al-Fatah Dawud bin Al-Mutawakkil II (815-845 H)
55. Al-Mustakfi Billah III, Abu Ar-Robi' Sulaiman bin Al-Mutawakkil II (845-854 H)
56. Al-Qa'im Biamrillah II, Abu Al-Baqa' Hamzah bin Al-Mutawakkil II (854-859 H)
57. Al-Mustanjid Billah II, Abu Al-Mahasin Yusuf bin Al-Mutawakkil (859-884 H)
55. Al-Mutawakkil 'Ala Allah III, Abu Al-'Iz Abdul Aziz bin Ya'qub bin Al-Mutawakkil II (884-903 H)
56. Al-Mustamsik Billah, Ya'qub bin Al-Mutawakkil III (903-921 H)
57. Al-Mutawakkil 'Ala Allah IV, Muhammab bin Al-Mustamsik (921 H)
58. Al-Mustamsik Billah, Ya'qub bin Al-Mutawakkil III (Jabatan Kedua 921-926 H)
Fase Daulah Abbasiyah di Mesir pada dasarnya hanya simbol tanpa ada kekuasaan nyata. Hal ini dikarenakan mereka kekuatan inti pemerintahan ada pada kesultanan, baik Mamalik, Zankiyah, Ayubiyyah, Thulun, serta yang lain. Dan pada masa jabatan kedua Al-Mustamsik inilah Kesultanan Utsmaniyyah yang dipimpin oleh Sultan Salim I berhasil mengalahkan Kesultanan Mamalik yang merupakan inti dari Daulah Abbasiyah Mesir, sehingga pada tahun 926 H tampuk kekhilafahan diserahkan kepada Sultan Salim bin Bayazid II.
Madinah Munawwarah,23 Mei 2017
Refrensi :
1. Tarikh Khulafa', Karya Imam Asy-Syuyuthi
2. Al-Mausu'ah Al-Muyassaroh fi At-Tarikh Al-Islami, Dr. Raghib As-Sirjani
3. mawdoo3.com
4. islamstory.com
(Nida' Ar-Rahman) Daulah Umawiyah adalah kerajaan Islam pertama yang didirikan oleh sahabat Muawiyah bin Abu Sufyan radhiyallahu anhuma, setalah selesainya masa Khulafa' Rasyidin. Daulah Umawiyah pertama berpusat di Damaskus selama 91 tahun. berikut adalah nama-nama Khalifah pada masa Daulah Umawiyah pertama :
1. Sang Pendiri, Muawiyah bin Abu Sufyan radhiyallahu anhuma
2. Yazid bin Muawiyah
3. Muawiyah bin Yazid
4. Marwan bin Al-Hakam
5. Abdul Malik bin Marwan
6. Al-Walid bin Abdul Malik
7. Sulaiman bin Abdul Malik
8. Umar bin Abdul Aziz
9. Zaid bin Abdul Malik
10. Hisyam bin Abdul Malik
11. Al-Walid bin Yazid
12. Yazid bin Al-Walid
13. Ibrohim bin Al-Walid
14. Marwan bin Muhammad
Marwan bin Muhammad adalah kholifah terakhir pada era Daulah Umawiyah Damaskus, setelah itu terjadilah perpindahan kekuasaan dari tangan pemerintah Bani Umawiyah kepada pemerintahan Bani Abbasiyah (keturunan Abdullah bin Abbas). Adapun keturunan Bani Umawiyah tidak lantas hancur begitu saja, namun mereka tetap melanjutkan kepemimpinannya di Andalusia (Spanyol dan Portugal saat ini) hingga 3 abad lamanya, yang dikenal dengan Daulah Umawiyah Andalusia. Beikut adalah nama-nama sultan Daulah Umawiyah Andalusia :
1. Abdurrahman An-Nashir li Dinnillah (Ad-Dakhil)
2. Al-Hakam Al-Mustanshir Billah
3. Hisyam Al-Muayyid Billah
4. Muhammad Al-Mahdi Billah
5. Sulaiman Al-Mustain Billah
6. Abdurrahman Al-Murtadho
7. Abdurrahman bin Hisyam Al-Mustadzhir Billah
8. Hamad Al-Mustakfi
9. Hisyam bin Muhammad Al-Mu'tad Billah
Pada zaman inilah pengaruh Islam masuk pada dataran Eropa, yang mana saat itu anak-anak umat Islam sudah lihai dalam dunia Ilmu, sedangkan penguasa Eropa masih buta huruf. Semoga kejayaan dan kemenangan Islam segera kita raih kembali.
(Nida' Ar-Rahman) Ramadhan tinggal mengitung hari, iklan sirup pun sudah bertebaran di televisi, artis yang biasanya selalu berpakaian hot pun kini sudah mulai mengenakan jilbab ala film "jini oh jini". Namun bukan ini yang akan kita bahas pada coretan sederhana ini. Sejak 14 abad yang lalu umat Islam selalu gegap gembita menyambut bulan suci Ramadhan ini, bulan yang penuh berkah di mana kita akan menjalani hari-hari dengan berpuasa. Lantas kiat apa saja dan amalan apa saja kah yang hendaknya kita lakukan di bulan yang indah ini? Marilah kita ulas secara sederhana.
Persiapan Untuk Ramadhan
Semua hal jika kita siapkan sedari awal maka hasilnya pun akan berbeda dengan hal yang kita kerjakan secara dadakan, begitu juga dengan Ramadhan. Dahulu kaum salaf (pendahulu kita) selalu mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadhan, sejak mereka usai mengerjakan puasa Ramadhan di tahun sebelumnya, artinya setiap harinya dalam setahun mereka isi dengan persiapan memburu pahala di bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pun juga demikian, beliau memperbanyak puasa di bulan Sya'ban, bahkan Ibunda Aisyah radhiyallahu anha meriwayatkan :
و ما رأيته في شهر أكثر صياما منه في رمضان
" Dan aku tidak pernah melihat beliau paling banyak berpuasa selain Ramadhan, kecuali saat bulan Sya'ban" (HR. Abu Dawud no 2434)
Sebagian Ulama' mengatakan bahwa di antara hikmah dari memperbanyak puasa di bulan Sya'ban adalah sebagai persiapan untuk puasa dan amal ibadah lainnya dibulan Ramadhan.
Amalan Di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan bukanlah bulan untuk bermalas malasan sebagaimana yang banyak dilakukan umat saat ini, malam bergadang siang terlentang dengan alasan kelaparan, ini tidak benar. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya dahulu selalu menghidupkan malamnya dengan membaca Al-Qur'an, dzikir, tadabbur dan lain sebagainya. Begitupun di siang hari, mereka tidak seperti kita yang hanya tiduran di depan televisi menunggu bedug maghrib di tabuh, bahkan mereka di siang hari bekerja, berjihad, berdakwah, dan seabrek amalan baik lainnya. Sebab itulah kita sebagai umatnya haruslah meniru beliau. Karenanya kami tuliskan di antara amalan yang layak kita kerjakan di bulan Ramadhan adalah :
1. Puasa (wajib)
2. Banyak membaca Al-Qur'an
3. Iktikaf di Masjid (terutama 10 hari terakhir)
4. Memperbanyak dzikir
5. Memperbanyak memberi shodaqoh atau makanan untuk berbuka
6. Shalat tarawih (baik yang 23 atau 11 rakaat sama saja)
7. Berkata-kata baik, jika tidak bisa maka lebih baik diam
9. dan lain-lain
Hal-Hal Yang Perlu Dihindari
Setiap amal selalu ada pembatalnya, atau paling tidak perkara yang dapat mengikis pahala sampai habis. Karena itu mari kita jauhi beberapa perkara berikut ini :
1. Ghibah atau nggosip
2. Mencela
3. Banyak bermain Hp dari pada membaca Al-Qur'an
4. Makan di siang hari tanpa udzur syar'i
5. Berjima' (berhubungan badan) di siang hari
6. Mengganggu kelancaran umat Islam beribadah
7. Membuat kegaduhan di masyarkat
8. Melihat yang diharamkan Allah
9. Mendengar hal-hal yang diharamkan Allah
10. dan lain-lain
Ini adalah sebagaian dari pernak pernik yang harus difahami oleh umat Islam, adapun mengenai pembahasan rincinya akan kami tulis pada artikel tersendiri.
Madinah Munawwarah, 22 Mei 2017
(Nida' Ar-Rahman) Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam selama beliau hidup, beliau mempunyai 11 istri dan beberapa budak. Dalam artikel kami hanya akan menyebutkan nama-nama Ummahatul Mu'minin serta tahun wafatnya, dan mereka adalah sebagai berikut :
(Nida' Ar-Rahman) Dia tidak terbuat dari besi baja bak samurai. Namun ketajamannya bisa melebihi samurai. Dia pun bukan nuklir, tapi bisa berpengaruh buruk melebihi nuklir. Dia adalah senjata yang mana jika benar penjagaannya dan pengunaannya maka bisa menjadi penghantar menuju surga. Namun jika disalah gunakan dan tidak dijaga maka dia salah satu jalan pintas menuju neraka dunia dan akhirat. Dialah lisan, maka jagalah karena lisan tak bertulang dan selalu bergerak.
Berapa banyak kehancuran disebabkan oleh lisan?. Kurangnya penjagaan terhadap lisan bisa menyebabkan hancurnya rumah tangga yang lama dibina. Kurangnya penjagaan terhadap lisan bisa menyebabkan peperangan yang pernah terjadi di dunia. Kurangnya penjagaan lterhadap isan, terjadilah pembunuhan yang ada.
Banyak orang yang mampu menjaga matanya dari melihat hal-hal haram. Banyak orang yang mampu menjaga kemaluannya dari zina. Banyak orang mampu menjaga telingganya dari mendengar hal-hal yang haram. Tapi sedikit orang yang bisa manjaga lisannya.
Oleh karenanya Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash ra bahwa suatu ketika ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah, "wahai Rosulullah! Muslim mana yang paling baik?" Rasul pun menjawab "(muslim yang baik) adalah yang mana orang muslim selamat dari lisan dia dan tangganya". (HR. Muslim)
Rasulullah pun pernah bersabda kepada Muadz bin Jabal ra " Maukah engkau kuberitahu kendali semua itu?" Muadz menjawab "mau wahai Rasulullah", Rasulullah pun memegang lidahnya seraya bersabda "jagalah ini", Muadz berkata "Wahai Nabiyyullah, apakah kita akan disiksa lantaran ucapan-ucapan kita?" Rasullullah menjawab "Celaka engaku, bukankah banyak dari kalangan manusia yang tersungkur ke dalam api neraka dengan mukanya terlebih dahulu (dalam riwayat lain 'dengan lehernya terlebih dahulu') itu karena hasil dari ucapan-ucapan lisannya??". (HR. Tirmdzi, Hadits Hasan Shohih)
Begitu juga Nabi bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ,وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
[رواه البخاري ومسلم]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya berkata baik atau diam, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tetangganya, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tamunya.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Jagalah lisan, karena banyak orang merugi karena ucapan.
Madinah Munawwarah, 22 Mei 2017
(Nida' Ar-Rahman) Istiqbal adalah bentuk masdar dari kata kerja "istaqbala - yastaqbilu - istiqbalan", yang mempunyai makna "menghadap". Sedangkan istidbar adalah bentuk masdar dari kata kerja "istadbara - yastadbiru - istidbaran" yang bermakna "membelakangi". Yang dimaksud istiqbal dan istidbar di sini adalah perkara menghadap dan membelakangi qiblat yakni ka'bah. Dalam hal ini ada lima hukum :
1. Wajib Menghadap Kiblat, hal ini berlaku pada saat sholat.
2. Sunnah menghadap kiblat, hal ini berlaku pada segala amal kebaikan selain sholat.
3. Haram menghadap kiblat, hal ini berlaku pada saat buang hajat.
4. Makruh menghadap kiblat, hal ini berlaku pada saat khutbah jumat, khutbah istisqo' dan pada imam setelah salam dan istighfar.
5. Mubah (boleh) hal ini berlaku pada selain yang disebutkan di atas.
Syarah Umdatul Ahkam oleh Syaikh Sami Ash-Shoqair (menantu Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin) pada Dauroh Ilmiah Internasional Ar-Rojihi 1 di Makkah Mukarromah
Makkah Mukarromah, 2016
(Nida' Ar-Rahman) Faidah : Mengakhirkan Sholat Isya' di bulan Ramadlan.
Dahulu Said bin Jubair mengkhatamkan Al-Qur'an antara maghrib dan isya' pada bulan Ramadlan, dan dia mengakhirkan sholat isya'. ( Siyar Alam Nubala' 7/358, Hilyatul Auliya' 3/58)
قال ﷺ: عليك بكثرة السجود لله؛ فإنك لا تسجد لله سجدة إلا رفعك الله بها درجة، وحطّ عنك بها خطيئة
Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda :
" Hendaklah engkau memperbanyak sujud. Tidaklah engkau sujud kepada Allah sekali, kecuali Allah akan mengangkat derajatmu dengan sujud itu, dan menghapus kesalahan darimu" (HR. Muslim)
Sungguh ini kabar gembira bagimu pejuang Ramadlan.
Ramadlan merupakan kesempatan untuk menyulam dan menambal kekurangan, serta kesempatan untuk berlomba dalam kebaikan ; Takbiratul Ikhram, Shaf pertama dalam shalat, lantunan Al-Qur'an, Sunnah Rawatib, Shalat Dhuha, Shadaqoh, Dzikir, Meninggalkan pandangan, pendengaran dan perkataan yang tidak bermanfaat.
Jika engkau sampai pada Ramadlan, maka puasalah seakan ini puasa terakhir. Karena tidak ada yang menjamin engkau akan bertemu Ramadlan berikutnya.
Masjid-masjid saat ini menjadi saksi kenyataan yang memilukan pada kalangan muslim. Iya, engkau bisa melihat manusia sangat memperhatikan tarawih dan qiyamul lail, namun mereka terkesan lali pada shalat dhuhur. Padahal hukum dan pahala shalat dhuhur jauh lebih agung daripada shalat malam.
والله يريد أن يتوب عليكم ويريد الذين يتبعون الشهوات أن تميلوا ميلا عظيما
"Allah hendak menerima taubatmu, sedangkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu bermaksud supaya engkau berpaling sejauh-jauhnya (dari kebeneran)". (QS. An-Nisa' 27)
Renungkan, dan renungkanlah apa yang engkau upayakan dalam Ramadlan ini, inilah ujian yang sebenarnya, maka ke arah mana di antara dua arah ini engkau condongkan dirimu?
* Diterjemahkan dari akun telegram Syaikh
** Penerjemah adalah murid halaqah kajian dari Syaikh Sholih Sindi di Masjid Nabawi Madinah Munawwaroh.
Lamongan,
Nida' Ar-Rahman
posted from Bloggeroid
![]() |
| Ghodhul Bashar |
(Nida' Ar-Rahman) Mata adalah anugerah
dari Allah subhanahu wa ta’ala, sebuah nikmat yang menjadi amanat yang
akan kita pertangung jawabkan di akhirat. Kita tidak bisa menikmati indahnya
pemandangan yang Allah berikan di dunia ini jika mata kita tidak berfungsi. Maka pantas dan wajib
(Nida' Ar Rahman) Pelajaran syarah matan Abi Syuja' fi Fiqh Syafi'i
Matan Arab :
ﺍﻟﻤﻴﺎﻩ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺠﻮﺯ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﺘﻄﻬﻴﺮ ﺳﺒﻊ ﻣﻴﺎﻩ
١ - ﻣﺎﺀ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ
٢ - ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﺒﺤﺮ
٣ - ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﻨﻬﺮ
٤ - ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﺒﺌﺮ
٥ - ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﻌﻴﻦ
٦ - ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﺜﻠﺞ
٣ - ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﻨﻬﺮ
٤ - ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﺒﺌﺮ
٥ - ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﻌﻴﻦ
٦ - ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﺜﻠﺞ
٧ - ﻭﻣﺎﺀ ﺍﻟﺒﺮﺩ
Terjemahan Matan :
Air yang dapat digunakan untuk bersuci ada 7 macam :
1. Air Hujan
2. Air Laut
2. Air Laut
3. Air Sungai
4. Air Sumur
5. Mata Air
6. Air Salju
7. Air Embun
PENJELASAN :
Tujuh air di atas semuanya bisa digunakan untuk thaharah (bersuci) baik bentuk wudhu atau mandi. Secara ringkas pada dasarnya air yang boleh digunakan untuk bersuci adalah setiap yang turun dari langit atau yang bersumber dari bumi maka bisa digunakan untuk bersuci. Adapun dalilnya adalah :
1. Firman Allah subhanahu wa taala :
ﻳﻨﺰﻝ ﻋﻠﺌﻜﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻣﺎﺀ ﻟﻴﻄﻬﺮﻛﻢ ﺑﻪ
Artinya : " dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu" (QS. al Anfal 11)
2. Dan juga hadits :
Artinya :
Dari Abi Hurairah ra bahwa ada seorang bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, kami mengaruhi lautan dan hanya membawa sedikit air. Kalau kami gunakan untuk berwudhu, pastilah kami kehausan. Bolehkah kami berwudhu dengan air laut?". Rasulullah SAW menjawab, "(Laut) itu suci airnya dan halal bangkainya." (Hasan Shohih)
3. Hadits redaksi doa iftitah :
Artinya :
" Ya Allah, Jauhkan aku dari kesalahn-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat. Ya Allah, sucikan aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana pakaian dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air dan embun. "
Dalil di atas adalah sebagian dari berbagai dalil yang menguatkan. Adapun mengenai salju, maka yang digunakan adalah tetesan tetesan dari bongkah salju atau es tersebut. Dan semua dari tujuh air itu boleh dan sah untuk thaharah, sehingga jika ada satu dari salah satu air tersebut seseorang tidak boleh tayamum kecuali ada faktor lain seperti sakit yang tidak bisa tersentuh air. Demikian semoga bermanfaat.
Barakallahu liy wa lakum wa sairil muslimin.
Madinah Munawwarah, 16/1/1437 H
Tujuh air di atas semuanya bisa digunakan untuk thaharah (bersuci) baik bentuk wudhu atau mandi. Secara ringkas pada dasarnya air yang boleh digunakan untuk bersuci adalah setiap yang turun dari langit atau yang bersumber dari bumi maka bisa digunakan untuk bersuci. Adapun dalilnya adalah :
1. Firman Allah subhanahu wa taala :
ﻳﻨﺰﻝ ﻋﻠﺌﻜﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻣﺎﺀ ﻟﻴﻄﻬﺮﻛﻢ ﺑﻪ
Artinya : " dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu" (QS. al Anfal 11)
2. Dan juga hadits :
ﺃﺑﻮ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ: ﺳﺄﻝ ﺭﺟﻞ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻝ: ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ, ﺇﻧﺎ ﻧﺮﻛﺐ ﺍﻟﺒﺤﺮ, ﻭﻧﺤﻤﻞ ﻣﻌﻨﺎ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﺀ, ﻓﺈﻥ ﺗﻮﺿﺄﻧﺎ ﺑﻪ ﻋﻄﺸﻨﺎ, ﺃﻓﻨﺘﻮﺿﺄ ﺑﻤﺎﺀ ﺍﻟﺒﺤﺮ? ﻓﻘﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: (ﻫﻮ ﺍﻟﻄﻬﻮﺭ ﻣﺎﺅﻩ, ﺍﻟﺤﻞ ﻣﻴﺘﺘﻪ). قال الترمذي "حديث حسن صحيح)
Artinya :
Dari Abi Hurairah ra bahwa ada seorang bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, kami mengaruhi lautan dan hanya membawa sedikit air. Kalau kami gunakan untuk berwudhu, pastilah kami kehausan. Bolehkah kami berwudhu dengan air laut?". Rasulullah SAW menjawab, "(Laut) itu suci airnya dan halal bangkainya." (Hasan Shohih)
3. Hadits redaksi doa iftitah :
اللهم باعد بيني وبين خطايا كما باعدت بين المشرق والمغرب ، اللهم نقني من خاطايا كما ينقى الثوب من الدنس ، اللهم اغسلني من خطايا بالماء والثلج والبرد
Artinya :
" Ya Allah, Jauhkan aku dari kesalahn-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara Timur dan Barat. Ya Allah, sucikan aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana pakaian dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air dan embun. "
Dalil di atas adalah sebagian dari berbagai dalil yang menguatkan. Adapun mengenai salju, maka yang digunakan adalah tetesan tetesan dari bongkah salju atau es tersebut. Dan semua dari tujuh air itu boleh dan sah untuk thaharah, sehingga jika ada satu dari salah satu air tersebut seseorang tidak boleh tayamum kecuali ada faktor lain seperti sakit yang tidak bisa tersentuh air. Demikian semoga bermanfaat.
Barakallahu liy wa lakum wa sairil muslimin.
Madinah Munawwarah, 16/1/1437 H
(Nida' Ar-Rahman) Berikut ini untaian-untaian indah dari syair dari ulama' Syafi'iyah untuk melembutkan jiwa yang mulai liar.
فكن من الايمان في مزيد و في صفاء القلب ذا تجديد
Jadilah seorang yang imannya bertambah ... Dan berusaha menjaga kesucian hatinya
بكثرة الصلاة و الطعات و ترك ما للنفس من شهوات
Dengan memperbanyak shalat dan taat ... Serta menjauhkan jiwa dari syahwat
فشهوة النفس مع الذنوب موجبتان قسوة القلوب
Karena dengan syahwat dan dosa ... Dua hal yang mengeraskan jiwa
و إن أبعد قلوب الناس من ربنا الرحيم قلب قاسي
Sungguh hati-hati manusia yang sangat terjauhi ... Dari Rabb Yang Maha Pengasih adalah mereka yang keras hati
Syair Az-Zabd Fi Fiqh Asy-Syafi'i, Karya Syihabuddin Abu Abbas Ahmad bin Husain bin Hassan bin Ali bin Ruslan Asy-Syafi'i (w. 844 H)
Madinah Munawwarah, 21 Mei 2017
Madinah Munawwarah, 21 Mei 2017
(Nida' Ar-Rahman) Mungkin ada yang bingung dengan judul di atas. Ya ini adalah perkataan dari perkataan Fudhoil bin Iyadh rahimahullah. Dan dengan ilmu kami yang sangat terbatas maka kami mencoba untuk menjelaskan sebisa kami berdasarkan ilmu yang Allah anugerahkan kepada kami. Berikut perkataan Fudhoil bin Iyadh rahimahullah :
(Nida' Ar-Rahman) Taukah Kalian? Saudara sekalian, sadar atau tidak bahwa para musuh Islam sedang
berusaha mencuci otak para pemuda muslimin. Segala upaya mereka lakukan
untuk menjauhkan para pemuda Islam dari ajaran islam, karena itu cara
paling ampuh menghancurkan Islam.
(Nida' Ar-Rahman) Lanjutan dari Episode 1-
(Minggu selanjutnya - Siaga 5)
+ dik, ada kajian tuh di masjid sebrang, adik ikut g?
- eem g tau ya kak, kalau kakak ikut g?
+ insya Allah kakak ikut sih, ikut saja dik.
( akhirnya ikut dan setan kembali melancarkan strategi baru)
+ mana ya dia? (sambil tengak-tengok di masjid)
- eem sms lah "kakak adik dah di masjid nih, kakak jadi ikut g?"
+ oh iya dik, kakak dh di dalam nih (selama kajian g fokus)
(Pulang -sms lagi)
+ adik pulang sama siapa?
- sendiri kak
+ naik apa? (Naluri tukang ojek muncul)
- jalan kaki kak (saya kira jalan sikut)
+ emm afwan ya dik, mau g kakak antar? (Tuh kan jd tukang ojek beneran)
- em gimana ya kak, malu lah kita kan bukan mahram (udah tau bukan mahram tapi masih aja kayak gini)
+ udah gpp sekali-kali (Rasa malunya kepada Allah terkikis)
- ya udah deh, tp malu sebenarnya. adik tunggu di gerbang depan ya.
+ sip (Tukang ojek dapat penumpang)
(jadi deh boncengan)
+ dik, kapan ya kita bisa begini dalam keadaan halal? (sadar dalam keharaman tapi tetap dilanjutkan)
-iya kak, adik juga pengen.
+ kakak boleh pegang tanggannya? (jebakan badman 2)
- emm, gimana ya kak, gpp deh (malu-malu tikus)
+ loh dik kok jarinya jempol semua?
-****** semakin lama semakin error******-
Begitulah taktik setan dalam menjerat pamuda-pemudi. sampai-sampai yang aktifis dakwah (baca: Aktifis karbitan) juga tak lepas dari jaring-jaring setan. Sekali mencoba hal-hal haram, maka jalan untuk melanjutkannya pun semakin mulus, maka hindari sekecil apapun wasilah menuju keharaman, seperti dalam ilustrasi diatas. Allah berfirman :
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa': 32)
Kalau mendekati saja tidak boleh apalagi berzina. Lha mendekati zina dilarang karena berpeluang untuk terjerumus kepada perzinahan. Karena sejatinya makar lawan jenis itu lebih hebat dari makar setan, Allah berfirman mengenai makar setan :
إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
Artinya : " sesungguhnya tipu daya setan itu lemah" (QS An-Nisa' 76)
Tapi ketika Allah menerangkan tentang godaan wanita, Allah berfirman :
إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ
Artinya : " sesungguhnya tipu daya kamu (wanita) adalah besar" (QS. Yusuf 28)
NB : Ini 100% karya fiktif loh, bukan pengalaman bukan juga nyindir, tp kalau yang kesindir afwan banget deh, g sengaja
Al-Madinah Al-Munawwaroh
(Nida' Ar-Rahman) Bila seseorang memiliki emas ataupun harta yang berharga maka apa
yang harus dia lakukan? Jika seseorang memiliki barang yang berharga
niscaya dia akan menjaganya dan tidak mungkin memamerkannya kepada semua
orang secara gratis. Begitulah seharusnya seorang wanita.
(Nida' Ar-Rahman) Sudah menjadi rahasia umum bahwa salah satu dari
doktrin sekte sesat Syiah adalah masalah pengkafiran terhadap Abu Bakar
Ash-Shidiq dan putrinya Aisyah Ash-Shiddiqoh ra. Hal ini berangkat dari sifat
hasad yang dimiliki oleh sekte tersebut. Dan jika ada seorang penganut Syiah
yang mengingkari doktrin ini maka bisa dipastikan antara dia sedang bertaqiyah
atau dia sedang meruntuhkan doktrin para rahbarnya sendiri. Dalam coretan
sederhana ini penulis ingin mengajak kepada segenap umat Islam, dan juga kepada
segenap orang yang sudah tertular virus Syiah untuk berfikir akan benar-tidaknya
doktrin tersebut.
(Nida' Ar-Rahman) Tidak ada ceritanya dan tidak ada satu
ulama' pun mengatakan bahwa SYARAT MENASEHATI ADALAH HARUS SEMPURNA.
Karena jika syarat menasehati adalah harus sempurna, maka saat ini tidak
ada manusia yang berhak menasehati.
(Nida' Ar-Rahman) Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin
Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr
al-Qurasy at-Taimi – radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada
kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai. Abu Bakar adalah shahabat Rasulullah –
shalallahu`alaihi was salam – yang telah menemani Rasulullah sejak awal
diutusnya beliau sebagai Rasul, beliau termasuk orang yang awal masuk Islam. Abu
Bakar memiliki julukan “Ash-Shiddiq” dan “Atiq”.
(Nida' Ar-Rahman) Tidak terlalu penting engkau memperhatikan seberapa berharganya engkau di depan manusia. Tapi yang terpenting adalah engkau mulia di sisi Allah.
Karena banyak manusia mulia di depan manusia, namun hina dina di sisi Allah. Dan berapa banyak manusia yang awalnya rendah namun karena kualitas imannya tinggi dia menjadi manusia mulia di sisi Allah, yang secara otomatis akan mulia di sisi manusia.


















