(Nida' Ar-Rahman) Dia tidak terbuat dari besi baja bak samurai. Namun ketajamannya bisa melebihi samurai. Dia pun bukan nuklir, tapi bisa berpengaruh buruk melebihi nuklir. Dia adalah senjata yang mana jika benar penjagaannya dan pengunaannya maka bisa menjadi penghantar menuju surga. Namun jika disalah gunakan dan tidak dijaga maka dia salah satu jalan pintas menuju neraka dunia dan akhirat. Dialah lisan, maka jagalah karena lisan tak bertulang dan selalu bergerak.
Berapa banyak kehancuran disebabkan oleh lisan?. Kurangnya penjagaan terhadap lisan bisa menyebabkan hancurnya rumah tangga yang lama dibina. Kurangnya penjagaan terhadap lisan bisa menyebabkan peperangan yang pernah terjadi di dunia. Kurangnya penjagaan lterhadap isan, terjadilah pembunuhan yang ada.
Banyak orang yang mampu menjaga matanya dari melihat hal-hal haram. Banyak orang yang mampu menjaga kemaluannya dari zina. Banyak orang mampu menjaga telingganya dari mendengar hal-hal yang haram. Tapi sedikit orang yang bisa manjaga lisannya.
Oleh karenanya Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash ra bahwa suatu ketika ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah, "wahai Rosulullah! Muslim mana yang paling baik?" Rasul pun menjawab "(muslim yang baik) adalah yang mana orang muslim selamat dari lisan dia dan tangganya". (HR. Muslim)
Rasulullah pun pernah bersabda kepada Muadz bin Jabal ra " Maukah engkau kuberitahu kendali semua itu?" Muadz menjawab "mau wahai Rasulullah", Rasulullah pun memegang lidahnya seraya bersabda "jagalah ini", Muadz berkata "Wahai Nabiyyullah, apakah kita akan disiksa lantaran ucapan-ucapan kita?" Rasullullah menjawab "Celaka engaku, bukankah banyak dari kalangan manusia yang tersungkur ke dalam api neraka dengan mukanya terlebih dahulu (dalam riwayat lain 'dengan lehernya terlebih dahulu') itu karena hasil dari ucapan-ucapan lisannya??". (HR. Tirmdzi, Hadits Hasan Shohih)
Begitu juga Nabi bersabda :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ,وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
[رواه البخاري ومسلم]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya berkata baik atau diam, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tetangganya, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tamunya.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Jagalah lisan, karena banyak orang merugi karena ucapan.
Madinah Munawwarah, 22 Mei 2017

SHARE US →