(Nida' Ar-Rahman) Isbal adalah menjulurkan pakaian
sampai di bawah mata kaki, dan Isbal dilarang bagi laki-laki. Adapun perempuan
maka dia wajib menjulurkan pakaiannya dikarenakan aurat wanita itu seluruh
badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan dan tidak ada istilah isbal bagi
wanita. Pada kesempatan ini kami ingin membahas tentang isbal dan hukuman bagi
para penyuka isbal.
Rasulullah saw bersabda :
عَنْ أَبِى ذَرٍّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه
وسلم- قَالَ « ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ
إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ » قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُولُ
اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ثَلاَثَ مِرَارٍ. قَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا
مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ
بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ ».
Artinya :
Dari Abu Dzar ra, dari Rasulullah
saw bersabda : “Tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak
dilihat oleh Allah, tidak disucikan oleh Allah dan bagi mereka adzab yang
pedih”, (Rasulullah mengulangi perkataanya ini sebanyak tiga kali), Abu Dzar
berkata “mereka benar-benar rugi, siapakah tiga golongan itu wahai
Rasulullah?”, Beliau menjawab “(tiga golongan tersebut adalah) orang yang
membiarkan sarungnya sampai menjulur dibawah mata kaki, orang yang
menyebut-nyebut pemberiannya, dan orang munafik, barang dagangan (amal) mereka
sia-sia”. (HR. Muslim No. 306, Juz 1.)
Dan Nabi Muhammad saw juga
bersabda :
لا ينظر الله إلي من جرّ إزاره بطرا
Artinya :
“Allah
enggan melihat orang yang menjulurkan sarung (pakaian)nya dengan maksud
sombong”. (HR. Al-Bukhori dan Muslim)
Nahas, Kebiasaan buruk ini telah
dianggap biasa pada zaman ini dikarenakan kebodohan masyarakat. Agar kebiasaan
buruk ini dianggap sebuah hal yang tidak bermasalah maka setan telah
membisikkan kepada sebagian manusia dengan alasan mereka tidak menjulurkan
pakaiaannya lantaran sombong dan congkak, sedangkan dalam beberapa riwayat
hadits nabi saw melarang isbal ini dengan alasan sombong.
Mereka yang beralasan bahwa isbal
tidak bermasalah jika tanpa disertai kesombongan sejatinya mereka belum
merenungi bahwa sebenarnya ancaman Allah itu sangat dahsyat bagi mereka yang
isbal lantaran sombong, namun bagi yang melakukan isbal walaupun tanpa disertai
kesombongan pun ada ancamannya.
Namun pastinya ancaman tersebut
berbeda tingkatnya antara isbal lantaran sombong dengan isbal tanpa disertai
kesombongan. Bagi mereka yang isbal disertai kesombongan maka adzab Allah bagi
mereka jauh lebih mengerikan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw :
ما تحت الكعبين من الإزار ففي النار
Artinya :
“Tidaklah
pakaian yang menjulur di bawah mata kaki kecuali berada di neraka”. (HR.
an-Nasa’i)
من جرّ ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة
Artinya :
“Barangsiapa
yang menjulurkan pakaianya lantaran congkak maka Allah enggan melihatnya pada
hari kiamat”. (HR. Al-Bukhori No, 3465)
Jika seorang laki-laki muslim
menjulurkan jubahnya atau pakaianya dibawah mata kaki lantaran sombong dan
congkak maka hukuman baginya pun jauh lebih dahsyat dan mengerikan daripada
mereka yang hanya sekedar isbal tanpa kesombongan.
Mengapa mereka yang isbal
walaupun tanpa kesombongan juga mendapatkan adzab?. Hal ini dikarenakan islam melarang kita menjulurkan
pakaian, karena menjulurkan pakaian bagi
laki-laki menyerupai kebiasaan orang-orang jahiliyyah dan orang-orang kafir,
dan menjulurkan pakaian sampai dibawah mata kaki adalah kebiasaan para
penyombong. Sehingga hanya sekedar menyerupai mereka pun kita dilarang walaupun
tanpa ada rasa sombong, Kecuali bagi mereka yang tidak sengaja seperti kasus
Abu Bakar ra. Dan Rasulullah saw pun tidak pernah isbal, sehingga seyogyanya
kita meniru beliau saw.
Dalam masalah ini terdapat sebuah
hadits, berikut redaksinya :
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ
بْنِ مَيْسَرَةَ ، عَنْ عَمْرِو ابْنِ الشَّرِيدِ ، عَنْ أَبِيهِ أَوْ : عَنْ يَعْقُوبَ
بْنِ عَاصِمٍ ، أَنَّهُ سَمِعَ الشَّرِيدَ يَقُولُ : أَبْصَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَجُرُّ إِزَارَهُ ، فَأَسْرَعَ إِلَيْهِ أَوْ
: هَرْوَلَ ، فَقَالَ : ” ارْفَعْ إِزَارَكَ ، وَاتَّقِ اللَّهَ ” ، قَالَ : إِنِّي
أَحْنَفُ ، تَصْطَكُّ رُكْبَتَايَ ، فَقَالَ : ” ارْفَعْ إِزَارَكَ ، فَإِنَّ كُلَّ
خَلْقِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَسَنٌ ” ، فَمَا رُئِيَ ذَلِكَ الرَّجُلُ بَعْدُ إِلَّا
إِزَارُهُ يُصِيبُ أَنْصَافَ سَاقَيْهِ ، أَوْ : إِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ
Artinya :
Sufyan bin ‘Uyainah menuturkan
kepadaku, dari Ibrahim bin Maisarah, dari ‘Amr bin Asy Syarid, dari ayahnya,
atau dari Ya’qub bin ‘Ashim, bahwa ia mendengar Asy Syarid berkata: Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam melihat seorang laki-laki yang pakaiannya terseret
sampai ke tanah, kemudian Rasulullah bersegera (atau berlari) mengejarnya.
Kemudian beliau bersabda:
“angkat
pakaianmu, dan bertaqwalah kepada Allah“. Lelaki itu berkata: “kaki saya
bengkok, lutut saya tidak stabil ketika berjalan”. Nabi bersabda: “angkat
pakaianmu, sesungguhnya semua ciptaan Allah Azza Wa Jalla itu baik”. Sejak itu
tidaklah lelaki tersebut terlihat kecuali pasti kainnya di atas pertengahan
betis, atau di pertengahan betis.
Maka hendaknya mereka yang suka
menghabiskan waktu mereka untuk menta’wil dan mendebat perintah dan larangan
Allah serta Rasul-Nya. Hendaknya mereka ingat ayat berikut ini :
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ
أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya :
“Hendaknya
orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan tertimpa cobaan atau adzab
yang pedih”. (QS. An-Nur 63).
Diolah dan diterjamahkan dari :
Al-Isbal, tulisan Hamdan bin Abdullah Al-Hamdan

SHARE US →